TERNATE– Maluku Utara terkenal dengan kekayaan rempah-rempahnya, salah satunya yaitu biji pala. Kali ini, Pejabat Karantina Maluku Utara melalui satuan pelayanan Bacan melakukan pemeriksaan terhadap 8 ton biji pala tujuan Surabaya.
Pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh Pejabat Karantina bertujuan untuk memastikan bahwa pala yang dikirimkan ke Surabaya bebas dari organisme penganggu tumbuhan karantina (OPTK).
Setelah di pastikan aman, petugas menerbitkan Sertfikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT 12) sebagai syarat pemasukan di Surabaya.
“Biji pala merupakan komoditas rempah yang harus dijaga kualitasnya, oleh sebab itu sebelum dilalulintaskan kami pastikan melalui pemeriksaan karantina untuk mencegah potensi penyebaran hama penyakit yang dapat merugikan,” ujar Willy Indra Yunan selaku Kepala Karantina Maluku Utara.
Berdasarakan data IQFAST, pada tahun 2023, Karantina Maluku Utara telah memberikan sertifikat kesehatan karantina terhadap 3.812,838 ton biji pala. Sebagai salah satu komoditas unggulan rempah khas Maluku Utara, biji pala memiliki nilai ekonomi tinggi dan sering digunakan dalam industri kuliner.
Diharapkan dengan pemeriksaan ketat oleh Karantina akan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa biji pala dari Maluku Utara tetap menjadi pilihan unggul dengan standar kualitas yang tinggi. (**)
Discussion about this post