TERNATE- Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2023 telah diperingati dalam upacara bendera yang berlangsung di halaman SMA 8 kota Ternate,Senin, (27/11).
Peringatan HGN 2023 di hadiri Kepala sekolah, para guru dan siswa siswi SMA 8 kota Ternate.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku Utara Imran Yakub bertindak selaku pembina upacara telah sampaikan sambutan Mendikbudristek RI Nadien Makarim mengatakan , Peran guru sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dan mencetak generasi penerus yang berkualitas, sedangkan PGRI menjadi wadah yang tepat menyatukan para pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di era modern.
Kata Imran, Hari Pendidikan Nasional tahun ini adalah waktu yang tepat bagi kita semua untuk merefleksikan kembali setiap tantangan yang sudah di hadapi juga setiap jengkal langkah berani yang sudah di ambil.
Dengan merefleksikan hal hal yang telah kita lakukan sepanjang tiga tahun terakhir , kita dapat merancang arah perjalanan kita kedepan guna memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan gerakan “Merdeka Belajar”.
Perjalanan harus kita lanjutkan , perjuangan mesti kita teruskan agar semua anak bangsa merasakan Kemerdekaan yang sebesar besarnya dalam belajar dan bercita cita .
Sedangkan guru sebagai pembimbing, guru menjadi motivator,guru menjadi mentor, guru menjadi sahabat sekakigus menjadi panutan.
Oleh sebab itu, dia berharap seluruh para guru termasuk guru honorer agar terus perjuangkan pendidikan yang inklusif, yang aman nyaman dan sekaligus menyenangkan anak-anak kita semua.
Dimana sekolah harus menjadi taman belajar untuk memberikan bakat dan potensi anak, menjadi anak yang kokoh secara fisik , emosional ,spritual serta anak yang cerdas dan trampil.
Dia menyebutkan, bahwa Peran guru dan orang tuanya,kedua memiliki peran yang saling melengkapi dalam membimbing, mendukung, membesarkan potensi anak, karena guru sebagai orang tua kedua dalam membimbing dan mengajar anak di lingkungan sekolah, sementara orang tua berperan sebagai pendamping sehari hari terhadap prilaku anak.
Oleh sebab itu, pada momen ini saya mengharapkan kepada bapak dan ibu guru untuk menghindari terjadinya kekerasan terhadap murid, agar tetap semangat mendidik dan menyayangi anak anak kita dengan rasa, sayangilah mereka, karena anak anak kita semua adalah anak anak Indonesia, lindungilah mereka, karena mereka adalah penyangga peradaban bangsa ke depan.
Pada akhirnya, Kadikbud provinsi Malut Imran Yakub menyinggung masalah gaji guru honorer tetap akan dibayar, karena mereka telah melaksanakan tugas dengan penuh pengabdian dan dedikasi yang tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (**)

