Tobelo,- Dalam bulan Ramadan terdapat peristiwa besar umat Islam juga terjadi pada bulan puasa ini. Salah satunya yakni peristiwa Nuzulul Qur’an. Untuk memperingati peristiwa bersejarah umat Islam tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menyelenggarakan buka puasa bersama sekaligus peringatan Nuzulul Quran yang digelar di kecamatan Kao. Sabtu (08/03/2026)
Buka puasa bersama, dihadiri oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, dan juga Forkopimda, serta pejabat OPD, para camat, kepala desa, serta masyarakat Kecamatan setempat.
Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, dalam sambutannya mengatakan, Agenda buka puasa bersama sudah menjadi rutinitas pemkab Halut, hal ini dianggap sebagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan silaturahmi antara pemerintah dam masyarakat.
“Ini merupakan wujud kehadiran Pemerintah ditengah masyarakat. Sebab, hubungan antara pemimpin dengan masyarakat bisa terjaga solidaritasnya. ”ucap Bupati
Bupati juga menekankan, Dimomentum kali ini, selaku Bupati. Dirinya bersama wakil bupati terus berkomitmen dalam Visi-Misi setara. Baik dari sisi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Tentu loby pusat menjadi trend di seluruh kabupaten kota agar bisa memberikan dampak pembangunan yang sinkron dengan program pemerintah Pusat.
“Ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, guna memastikan pembangunan infrastruktur dan program strategis berjalan lebih terukur, terarah, dan efektif,”katanya
Falam kesempatan ini, Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, dalam sambutannya lebih fokus pada sentuhan kerohanian agar iman dan takwa bisa terjaga selama bulan ramadhan. Dimana dalam berpuasa ada kandungan nilai rohani yang melekat dengan hubungan antara manusia dengan manusia. Baik saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Puasa tidak hanya mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri, membangun kepedulian sosial itu lebih penting. Melalui pendekatan dialogis dan kegiatan keagamaan bersama, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kokoh untuk pembangunan daerah,”tandasnya.

