Tobelo,- Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Halmahera Utara (KNPI HALUT), Rovindri Djinimangale menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Rovin menilai hal itu bertentangan dengan amanat reformasi dan berpotensi melemahkan prinsip independensi kepolisian.
“Wacana memindahkan Polri di bawah kementerian sama saja dengan mengingkari amanat reformasi. Ini merupakan langkah mundur dalam sistem ketatanegaraan kita,”katanya
Rovin menegaskan Polri harus tetap berada langsung di bawah presiden. Dia memastikan KNPI siap berada di garis depan menolak wacana Polri di bawah kementerian.
Rovin bilang, secara historis Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) memang pernah berada dalam satu institusi yang sama, yakni Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Namun, melalui agenda reformasi, kedua institusi tersebut dipisahkan dengan tugas, fungsi, dan peran yang jelas.
“Pemisahan Polri dan TNI bukanlah keputusan yang diambil secara sembarangan. Itu merupakan hasil perjuangan”. ungkapnya
