TERNATE- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara daerah pemilihan I Kota Ternate–Halmahera Barat, Merlisa, SE, melaksanakan kegiatan reses dengan menyerap aspirasi ratusan warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan.
Kegiatan reses tersebut dipusatkan di Kantor Lurah Sasa, Kamis (29/1/2029).
Dalam kegiatan itu, berbagai usulan disampaikan langsung oleh perwakilan warga melalui para ketua RT. Aspirasi yang dihimpun tersebut akan menjadi bahan laporan resmi reses DPRD dan selanjutnya diperjuangkan untuk diakomodasi secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Merlisa menjelaskan, sejumlah usulan warga sebenarnya telah masuk dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), terutama terkait persoalan infrastruktur.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah pembenahan drainase, mengingat Kelurahan Sasa kerap dilanda banjir meski hujan hanya turun dalam waktu singkat.
“Baru hujan satu hari saja, Kota Ternate sudah mengalami banjir. Artinya, usulan masyarakat terkait drainase ini sangat mendesak dan harus ditindaklanjuti,” ujar Merlisa di hadapan warga.
Ia juga menyinggung kondisi saluran air di Sasa yang sebagian besar dibangun sejak era kepemimpinan Wali Kota Ternate Syamsir Andili, sehingga membutuhkan pembenahan serius.
Terkait rencana pembangunan infrastruktur, Merlisa menegaskan syarat administrasi seperti KTP dan surat domisili harus dipersiapkan oleh warga, serta memastikan lahan yang akan dibangun tidak bermasalah secara hukum.
Sementara itu, usulan mengenai penyediaan lahan bagi pangkalan nelayan akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak terkait.
Hal ini mengingat Kelurahan Sasa hingga kini belum ditetapkan sebagai kampung nelayan secara resmi.
Dalam forum reses tersebut, berbagai aspirasi juga disampaikan langsung oleh perwakilan warga. Masni, misalnya, mengusulkan adanya bantuan sosial bagi warga miskin di Kelurahan Sasa yang dinilai masih belum merata.
Warga lainnya, Iksan, menyoroti persoalan drainase di kawasan kompleks Sasa yang terdampak aktivitas kampus dan lingkungan sekitar. Ia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah agar persoalan genangan air dapat diatasi secara menyeluruh.
Perwakilan warga lainnya, Ismun, menyampaikan bahwa Kelurahan Sasa sangat membutuhkan uluran tangan dari Merlisa sebagai wakil rakyat.
Menurutnya, masih ada rumah warga yang sudah tidak layak huni namun belum tersentuh bantuan. Selain itu, kondisi jalan di wilayah Sasa bagian barat juga membutuhkan pembenahan.
Ismun juga menyoroti persoalan pengangguran di kalangan pemuda. Ia mengusulkan adanya program bantuan perbengkelan atau pelatihan keterampilan agar anak-anak muda dapat membuka lapangan kerja sendiri.
Senada dengan itu, Idham mengusulkan pembangunan jalan di sekitar pesantren Sasa, tepatnya di RT 9, karena akses jalan utama di wilayah tersebut terputus akibat kerusakan yang cukup parah.
Terakhir, perwakilan warga lainnya, Tarjo, berharap adanya perhatian khusus bagi kelompok nelayan. Sebagai masyarakat pesisir, menurutnya, nelayan Sasa membutuhkan sentuhan bantuan pemerintah guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Merlisa menegaskan komitmennya untuk membawa dan memperjuangkan seluruh usulan warga ke tingkat pembahasan DPRD dan pemerintah daerah.
“Semua aspirasi ini akan kami catat dan perjuangkan. Mana yang bisa direalisasikan dalam waktu dekat, akan kita dorong lebih dulu, sementara yang lain akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” tutup Merlisa. (**)
