Tobelo,- Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di wilayah Kecamatan Loloda Utara resmi disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, dengan waktu yang tidak ditentukan.
Melalui Conference Pers, Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, berdasarkan evaluasi terakhir bahwa di enam kecamatan terdampak banjir dan longsor, namun Desa Doitia di Kecamatan Loloda Utara masih harus di tamgani secara berkelanjutan
“Desa Doitia awalnya bisa dijangkau lewat darat dan laut. Kami telah mengirimkan tim gabungan dari TNI/Polri, Tagana, PMI Halut, dan tenaga kesehatan untuk memberikan bantuan, namun, saat tim tiba, seluruh warga Desa Doitia telah mengungsi dan ditempatkan di 30 tenda darurat yang disiapkan oleh BPBD Halut,”Jelas Bupati
Bupati bilang, Saat ini upaya dari tim gabungan dalam penanganan pasca banjir di Desa Doitia, masih terkendala dengan Cuaca ekstrem saat proses pembersihan ini.
“Saya juga mengapresiasi partisipasi seluruh masyarakat Halmahera Utara atas bantuan yang telah disalurkan,”ujarnya.
Sementara itu, kondisi di lima kecamatan lain, yaitu Kao Barat, Galela, Galela Utara, Galela Barat, dan Galela Selatan, sudah membaik. Status tanggap darurat di lima kecamatan ini dicabut dan diubah menjadi status siaga bencana.
“Untuk Kecamatan Loloda Utara, status tanggap darurat masih kami lanjutkan. Kami juga berkoordinasi dengan pihak Sahbandar Tobelo untuk membuka akses transportasi reguler ke Loloda Utara menggunakan kapal,”pungkasnya.

