TERNATE– Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada peserta didik SD Negeri 5 Kota Ternate, Sabtu (10/1/2026) pukul 09.30 WIT.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SD Negeri 5 Kota Ternate ini diikuti oleh Kepala Sekolah serta sekitar 50 siswa dan siswi kelas V dan VI.
Sosialisasi tersebut bertujuan untuk menanamkan pemahaman sejak dini terkait bahaya penyebaran paham intoleransi dan ideologi kekerasan, khususnya di lingkungan sekolah dan media sosial.
Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Bripka M. Novrijal, S.H., Briptu Andi Riski Putra, dan Briptu Akbar Umaternate.
Bertindak sebagai narasumber utama adalah Bripka M. Novrijal, S.H., yang menyampaikan materi secara komunikatif dan mudah dipahami oleh para siswa.
Dalam penyampaiannya, narasumber menekankan pentingnya mengenali konsep dasar IRET serta berbagai pola pendekatan yang kerap digunakan kelompok radikal untuk menjangkau anak-anak dan remaja.
Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan etika bermasyarakat sebagai fondasi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan inklusif.
Isu perundungan (bullying) turut menjadi perhatian dalam sosialisasi ini. Tim menjelaskan bahwa bullying dapat berdampak pada kerentanan psikologis siswa dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk proses radikalisasi.
Oleh karena itu, siswa diajak untuk saling menghormati, peduli, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan literasi digital siswa agar lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Peserta dibekali kemampuan untuk mengenali konten provokatif, manipulatif, serta propaganda ekstremisme yang beredar di ruang siber.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para siswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai ancaman IRET dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari. Siswa juga menunjukkan peningkatan kewaspadaan terhadap modus perekrutan kelompok radikal, baik secara langsung maupun melalui media digital, serta memiliki sikap kritis terhadap perilaku bullying.
Sebagai bagian dari upaya penguatan pesan pencegahan, Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara turut membagikan brosur bertajuk “Bebas Bermedsos dengan Aman dan Bijak” kepada ketua-ketua kelas dan PLH SD Negeri 5 Kota Ternate.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pesan-pesan pencegahan dapat tertanam kuat pada diri peserta didik sejak dini, sehingga mampu menciptakan generasi muda yang toleran, cerdas bermedia, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kerukunan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (**)

