Publikmalutnews.com
Selasa, Januari 27, 2026
  • Berita
    • Advertorial
    • Olahraga
    • Opini
    • Promo News
  • Kota
    • Ternate
    • Tidore
  • Daerah
    • Halmahera Barat
    • Halmahera Selatan
    • Halmahera Tengah
    • Halmahera Timur
    • Halmahera Utara
    • Morotai
    • Sofifi
    • Sula
    • Taliabu
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Nasional
  • Nusantara
  • Video
No Result
View All Result
  • Berita
    • Advertorial
    • Olahraga
    • Opini
    • Promo News
  • Kota
    • Ternate
    • Tidore
  • Daerah
    • Halmahera Barat
    • Halmahera Selatan
    • Halmahera Tengah
    • Halmahera Timur
    • Halmahera Utara
    • Morotai
    • Sofifi
    • Sula
    • Taliabu
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Nasional
  • Nusantara
  • Video
No Result
View All Result
Publikmalutnews.com
No Result
View All Result
Home Berita Opini

Shaura Azzahra, Penggemar Cilik yang Bertekad Bertemu Sang Idola Sayuri Bersaudara

Penulis: Giebran

Redaksi by Redaksi
Desember 19, 2024
in Opini
0
Shaura Azzahra, Penggemar Cilik yang Bertekad Bertemu Sang Idola Sayuri Bersaudara

Shaura Azzahra Nurassyifa penggemar cilik Malut United saat bersama Yance Sayuri di lapangan Gelora Kieraha Ternate

Di tengah euforia suporter Malut United, seorang gadis kecil bernama Shaura Azzahra Nurassyifa atau Acipa mencuri perhatian. Siswi SD Negeri 44 Kota Ternate ini sangat mengidolakan duo kembar Sayuri, Yakob dan Yance, yang kini bermain untuk Malut United.

Putri dari Reza Pahlevi dan Gisca Vionita ini adalah penggemar berat Sayuri bersaudara, Yakob dan Yance. Kecintaannya terhadap sepak bola semakin tumbuh sejak ia terpilih menjadi pendamping pemain Timnas Indonesia, Ragner Oratmangoen, dalam laga melawan Jepang di Stadion Gelora Bung Karno, 15 November 2024.

Pengalaman ini semakin menguatkan kecintaannya terhadap olahraga ini, apalagi setelah melihat Malut United berlaga.

Kini, dengan Malut United sebagai idola barunya, Acipa memiliki satu obsesi besar bertemu dan berpose bersama Sayuri bersaudara di lapangan hijau.

“Acipa sangat ingin melihat langsung Sayuri bersaudara. Setiap laga kandang, ia memilih duduk di tribun VIP agar lebih dekat dengan mereka. Dan akhirnya, saat laga melawan PSM Makassar, keinginannya terwujud,” tutur Reza, sang ayah seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Saat ini, Sepak bola di Maluku Utara semakin menggema dengan hadirnya Malut United berlaga di Liga 1 Indonesia dan menjadikan Gelora Kieraha Ternate sebagai kandang mereka, memberikan pengalaman tidak terlupakan bagi penggemar sepak bola di kawasan tersebut.

Bahkan, gemuruh sepak bola di Maluku Utara semakin terasa ketika Malut United, tim kebanggaan daerah, resmi berlaga di Liga 1 Indonesia. Gelora Kieraha Ternate, yang menjadi kandang mereka, berubah menjadi magnet bagi pecinta sepak bola.

Kehadiran pemain bintang, terutama yang berlabel tim nasional, menciptakan daya tarik luar biasa. Tak hanya orang dewasa, anak-anak dan remaja pun terpikat, berlomba-lomba untuk sekadar berswafoto dengan sang idola

Terutaman, keberadaan sejumlah pemain bintang, termasuk yang berlabel tim nasional, menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak dan remaja yang ingin berfoto bersama idola mereka seperti Yakob dan Yance Sayuri.

“Kedua pemain kembar ini menjadi idola tersendiri bersama pemain lainnya yang kini perkuat Malut United,” kata Pelatih Malut United, Imran Nahumarury.

Tentunya, kehadiran Malut United di pentas nasional Liga 1, kata Imran, menjadi idola bagi masyarakat Maluku Utara, terutama pemain-pemain yang berlaga perkuat tim yang baru promosi ke liga tertinggi di Indonesia.

Makanya, atmosfir sepak bola dan tingginya animo masyarakat Maluku Utara akan kehadiran Malut United, membuat manajemen dan jajaran kepelatihan selalu memberikan kesempatan kepada pemain untuk dekat dengan pendukungnya di Ternate, dengan cara memilih pemain untuk Latihan di Gelora Kieraha sebelum berlaga di laga tandang.

Dari deretan nama pemain Malut United, ada pemain berlabel tim nasional, Yakob dan Yance Sayuri adalah saudara kembar yang berasal dari Gugusan Pulau Yapen, Papua. Kedua pemain lahir pada 22 September 1997, mereka tumbuh di daerah terpencil tanpa pengalaman sekolah sepak bola formal, berbekal bakat alami Yakob dan Yance membawa mereka ke pentas sepak bola nasional.

Yakob Sayuri memulai kariernya bersama Persewar Waropen pada 2017, sebelum bergabung dengan Persemi Mimika dan kemudian Barito Putera di bawah asuhan Jacksen F. Tiago. Puncak kariernya dimulai saat dipanggil Timnas U-23 pada 2019. Sejak itu, Yakob menjadi pemain andalan tim nasional, termasuk tampil di Piala AFF 2022, di mana ia mencetak gol dan dua assist.

Setelah empat musim bersama PSM Makassar, Yakob resmi bergabung dengan Malut United dengan kontrak dua tahun. Bersama sang saudara kembar, Yance, Yakob menjadi salah satu pilar penting di skuad Malut United, membawa harapan baru bagi sepak bola Maluku Utara.

“Meski kembar, Yakob dan Yance memiliki gaya bermain yang berbeda. Yakob dikenal karena kecepatan dan dribbling yang mumpuni, sementara Yance lebih fokus pada permainan bertahan dan distribusi bola. Keberadaan mereka di Malut United tidak hanya memberikan warna baru bagi tim, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda.” kata Imran Nahumarury yang dikenal sebagai mantan pemain timnas Indonesia itu.

Harapan untuk sepak bola Maluku Utara

Keinginan untuk melihat Malut United berprestasi di pentas nasional Liga 1 yang terus menerus digelorakan para pemerhati, baik itu pecinta sepakbola Maluku Utara hingga kalangan pejabat.

Wali Kota Ternate, Muhammad Tauhid Soleman misalnya, merasa kehadiran Malut United di pentas Liga 1 dan dukungan penuh public Malut menjadi tanda kebangkitan sepak bola di Negeri Jazirah Al-Mulk.

Apalagi, hadirnya pemain bintang yang kini berlabel pemain nasional seperti saudara kembar Yakob dan Yance Sayuri serta Wahyu Prasetyo, memberi semangat para penggemar yang selalu memberikan dukungan ketika Malut United berlaga di Stadion Gelora Kieraha Ternate.

“Malut United tidak hanya menjadi tim kebanggaan, tetapi juga simbol harapan dan inspirasi olahraga sepakbola bagi masyarakat Maluku Utara,” kata Wali Kota.

Yakob dan Yance menjadi bagian dari Malut United, membawa semangat baru bagi sepak bola Maluku Utara. Dengan kontrak berdurasi dua tahun, Yakob berharap memberikan kontribusi besar di bawah arahan pelatih Imran Nahumarury.

Kehadiran mereka tak hanya meningkatkan performa tim, tetapi juga menginspirasi generasi muda seperti Acipa. Kisah Sayuri bersaudara, yang berasal dari daerah terpencil dan mampu menembus level tertinggi sepak bola nasional, menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat dicapai dengan kerja keras dan tekad yang kuat.

Malut United yang kini bertengger di papan tengah Liga 1, bukan sekadar tim sepak bola, tetapi simbol kebanggaan dan harapan bagi masyarakat Maluku Utara. Dengan dukungan penuh dari suporter dan talenta luar biasa di dalam skuad, masa depan sepak bola di wilayah ini tampak semakin menjanjikan.

Tingginya espektasi itu, Yakob Sayuri, menyatakan optimisme untuk terus memberikan yang terbaik bagi Malut United dengan berjuang meraih poin dalam setiap laga di Liga 1.

“Setiap laga, saya bersama pemain lainnya memiliki target utama bagi tim adalah mencetak gol dan meraih poin penuh di apalagi bermain di Stadion Gelora Kieraha dan disaksikan ribuan pendukung kami,” katanya.

Yakob menegaskan, sudah tiga kali bermain di Stadion Gelora Kieraha, terus mendapat dukungan yang luar bisa ini dan menjadi tantangan besar bagi Malut United untuk meraih poin.

Atmosfir Stadion Gelora Kieraha yang selalu dipenuhi penonton dan dukungan supporter terus menerus saat Malut United berlaga, menjadi catatan tersendiri bagi setiap tim bermain di stadion itu, termasuk PSM Makassar.

Bahkan, Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, mengungkapkan rasa salutnya atas dukungan supporter terhadap Malut United saat berlaga di Stadion Gelora Kieraha Ternate.

“Saya sangat merasakan, ketika pertandingan melawan Malut United, Selasa (17/12) berlangsung dengan emosi yang tinggi. Kedua tim saling mencetak gol penyeimbang, menciptakan laga yang penuh tensi hingga akhir dengan tekanan tinggi pendukung tuan rumah,” ujar pelatih asal Portugal itu.

Tavares mengaku Malut United harus berbangga dengan berbagai fasilitas stadion yang dimiliki dan dukungan penuh supporter, menjadikan Malut United sebagai tim tangguh sulit dikalahkan, terutama saat bermain di Stadion Gelora Kieraha Ternate. (**)

Previous Post

Acipa Rela Terobos ke Lapangan Demi Berpose dengan Sayuri

Next Post

Kades Indomut Halsel Bantah Tutupi Anggaran Pemuda

Next Post

Kades Indomut Halsel Bantah Tutupi Anggaran Pemuda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Halteng Kembali Ukir Prestasi di Tingkat Regional 3 Nasional
  • Wagub ingatkan OPD selesaikan temuan selama 35 Hari
  • Prof Liontine Visser dari Belanda beri Kuliah Umum di Ilmu Sejarah Unkhair
  • Rizky Pellu Kembali Membangun Harapan bersama Malut United
  • Halteng Kembali Mengukir Prestasi Di Tingkat Regional 3 Nasional

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Police

No Result
View All Result
  • Berita
    • Advertorial
    • Olahraga
    • Opini
    • Promo News
  • Kota
    • Ternate
    • Tidore
  • Daerah
    • Halmahera Barat
    • Halmahera Selatan
    • Halmahera Tengah
    • Halmahera Timur
    • Halmahera Utara
    • Morotai
    • Sofifi
    • Sula
    • Taliabu
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Nasional
  • Nusantara
  • Video