TERNATE – Musyawarah Daerah IV Perkindo, Musayawarah II Pertahkindo dan Musyawarah I Gabpeknas Provinsi Maluku Utara Tahun 2024 dengan tema” Optimalisasi Peran Badan Usaha dan Tenaga Konstruksi Lokal Dalam Pembangunan Maluku Utara”, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Dra.Hairia M.Si. bertempat di Ballroom Jati Hotel, Rabu (13/11/24)
Dalam sambutan tertulis Pj. Gubernur yang dibacakan Staf Ahli Dra.Hairia, mengatakan untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045, Pemerintah telah memetakan Visi pembangunan nasional di dalam RPJPN 2005 – 2025, yaitu Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong yang telah dijabarkan dalam tiga dimensi strategi pembangunan nasional, yaitu Dimensi Pembangunan Manusia dan Masyarakat, Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan, serta Dimensi Pemerataan dan Kewilayahan, yang didukung oleh kondisi yang terkait dengan aspek politik, hukum, pertahanan dan keamanan.
Pengarusutamaan pembangunan daerah harus selaras dengan Visi Indonesia Emas 2045 yaitu penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) secara seimbang dan sinergis dalam memenuhi kebutuhan generasi masa depan, dengan mempertimbangkan pada arah pembangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim, serta pengurangan resiko bencana,”ungkap Hairia.
Dalam implementasinya, lanjut Staf Ahli, sustainable development diperlukan keterpaduan antara 3 (tiga) pilar yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan yang kemudian diperkuat dengan dimensi kelembagaan. Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan harus memperhatikan beberapa indikator, antara lain: yang pertama yaitu Indikator ekonomi makro yaitu pertumbuhan ekonomi dan dampak ekonomi; kedua, Tingkat partisipasi masyarakat sebagai objek pembangunan, dampak terhadap struktur sosial masyarakat; dan yang terakhir yaitu dampak terhadap ekosistem lingkungan.
Dirinya katakan, Maluku Utara tidak bisa terus menerus bergantung kepada brown economy, tapi juga harus mulai membangun sustainable development melalui circular economy, green economy, dan blue economy serta pembangunan tidak hanya ‘kota-sentris’ atau pada daerah pusat kota, tetapi juga menjangkau daerah terpencil, mengingat bahwa Maluku Utara berbentuk kepulauan.
“Penerapan green economy dalam jangka panjang dapat mendongrak pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Terdapat dua peluang yang bisa dimanfaatkan dalam pengembangan green economy,” sebut Hairia.
Haira juga menjelasakan, bahwa peluang pertama adalah transisi aktivitas existing economy. Pada sektor energi, upaya transisi diarahkan melalui penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT), seperti energi surya, angin, hidro, dan biomassa. Maluku Utara memiliki SDA yang melimpah salah satunya lautan. Energi hidro merupakan energi yang dihasilkan aliran air yang dalam hal ini adalah gelombang air laut.
Energi ini, kata Staf Ahli, dihasilkan melalui pembangkit listrik tenaga air yang menggunakan turbin air untuk menggerakkan generator listrik. dengan demikian, energi hidro merupakan salah satu alternatif energi bersih yang sangat potensial untuk dikembangkan di Maluku Utara.
Peluang kedua, yaitu memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan sektor dan aktivitas sirkular yang inovatif, termasuk industri berbasis sumber daya alam hayati berkelanjutan atau bio-ekonomi, blue economy, dan industri pemanfaatan limbah.
Sebagai salah satu provinsi dengan biodiversity terbesar, Haira menyebut, pembangunan industri bio-ekonomi di Maluku Utara sangat berpotensi untuk terus dikembangkan. Pulau Morotai telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), memiliki keunggulan geostrategis berupa keindahan pantai dan bawah laut yang mempesona. Hamparan pasir putih halus, air laut yang jernih serta terumbu karang yang indah merupakan daya tarik para wisatawan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada Bapak/Ibu hadirin yang telah bersinergi dalam mewujudkan harmonisasi dan sinkronisasi visi kebijakan pembangunan nasional dengan pembangunan Maluku Utara,” ujarnya.
Diakhir sambutan, Staf Ahli Haira berharap kegiatan yang dilaksanakan hari ini menjadi katalisator untuk dapat bergerak secara konsisten dengan prinsip sustainable development atau pembangunan berkelanjutan, yaitu menciptakan masyarakat yang sejahtera, inklusif, dan ramah lingkungan di Maluku Utara.
Kegiatan dihadiri oleh, Ketua Umum DPP Perkindo, Ir. Nunus Nugroho, Ketua Umum DPP Pertahkindo, Ir.Aris Wimaruta, Sekjen DPP Gabpeknas, Mulyadi Guntur, Ketua DPD Perkindo Malut, Ketua DPD Pertahkindo Malut, Ketua DPD Gabpeknas Malut, para pesrta musda, serta undangan lainya. (Adpim)

