TERNATE — Sejumlah wartawan yang melakukan peliputan pertandingan BRI Super League antara Malut United melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang oknum yang diduga official Malut United, Sabtu (8/3/2026).
Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan berakhir. Salah satu wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan, mengaku dipaksa menghapus rekaman video yang mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan usai laga.
Menurut keterangan wartawan yang berada di lokasi, oknum tersebut tidak hanya meminta penghapusan video, tetapi juga mengintimidasi jurnalis yang berada di tribun media.
Bahkan, pria tersebut juga meminta steward stadion untuk mengusir sejumlah wartawan dari tribun, meskipun mereka telah menggunakan ID Card resmi peliputan dari pihak penyelenggara liga.
“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriak oknum tersebut sambil memprovokasi sejumlah suporter yang berada di sekitar tribun.
Salah satu jurnalis yang berada di lokasi, Firjal, menegaskan bahwa para wartawan saat itu berada di area yang diperbolehkan untuk media.
“Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap, kami juga tidak keluar dari batas area peliputan,” ujar Firjal.
Firjal menilai tindakan intimidasi yang dilakukan oknum official tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang menjamin kebebasan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami kecewa atas tindakan yang kami terima malam ini,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan, pihak Malut United belum memberikan keterangan resmi terkait alasan permintaan penghapusan video terhadap jurnalis tersebut.
Diketahui, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha Ternate itu, Malut United yang bertindak sebagai tuan rumah harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang PSM Makassar dengan skor 3-3. (**)
