TERNATE- Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda mengingatkan seluruh masyarakat agar mewaspadai dampak fenomena La Nina yang masih berpotensi memengaruhi pola cuaca di Indonesia, termasuk di wilayah Malut.
“Selain faktor curah hujan, Saya mencontohkan kejadian banjir yang beberapa waktu lalu melanda wilayah Halmahera Utara dan Halmahera Barat sebagai dampak dari tingginya intensitas hujan,” katanya di Ternate,Jumat.
Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran penting agar seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini.
Dalam kesempatan itu, Sherly secara khusus meminta masyarakat untuk sementara waktu menghindari aktivitas di area pesisir pantai dan kawasan perbukitan saat kondisi cuaca ekstrem terjadi.
“Gelombang tinggi, angin kencang, serta potensi longsor dinilai dapat membahayakan keselamatan warga,” ujar dia.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi pepohonan yang rawan tumbang, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang. Selain itu, warga yang beraktivitas di darat, laut, maupun udara diimbau selalu memantau prakiraan cuaca sebelum bepergian.
Gubernur juga menekankan pentingnya memperoleh informasi dari sumber resmi guna menghindari penyebaran kabar bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami meminta masyarakat hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Gubernur Sherly menyampaikan enam poin imbauan kepada masyarakat Maluku Utara, yakni mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar, melakukan evakuasi ke titik yang telah ditentukan apabila terjadi bencana, menghindari aktivitas di area pesisir pantai dan perbukitan saat cuaca ekstrem, menjauhi pepohonan yang rawan tumbang, selalu memantau prakiraan cuaca sebelum beraktivitas dan mengikuti informasi resmi hanya dari BMKG dan BPBD.
Gubernur berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dan saling menjaga demi keselamatan bersama. Menurutnya, upaya mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kewaspadaan dan kerja sama yang baik, kita berharap Maluku Utara senantiasa terhindar dari bencana dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman,” kata Sherly. (**)
