TERNATE – Satgaswil Maluku Utara Densus 88 Antiteror Polri terus menggencarkan upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui media daring, seperti media sosial dan game online, yang menyasar anak-anak dan remaja.
Kali ini, Tim Pencegahan Satgaswil Malut Densus 88 AT Polri melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada siswa-siswi SMK Putra Bahari Kota Ternate, Rabu (11/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BRIPTU Andi Riski Putra selaku anggota Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 112 anak dari 26 provinsi terpapar paham radikalisme.
Ia menjelaskan, proses perekrutan dilakukan tanpa pertemuan fisik antara pelaku dan korban.
Modus operandi yang digunakan yakni memanfaatkan media sosial dan game online untuk mendekati anak-anak melalui metode digital grooming. Setelah terjalin komunikasi, korban kemudian dipandu untuk melakukan sumpah setia atau baiat melalui video call maupun rekaman suara, sebelum akhirnya diberikan tugas-tugas tertentu.
“Anak-anak harus lebih waspada dalam menggunakan media sosial dan platform digital. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal di dunia maya,” ujar BRIPTU Andi dalam pemaparannya.
Dalam sosialisasi tersebut, Tim Pencegahan juga memberikan edukasi tentang pentingnya sehat bermedia sosial. Para siswa diajak memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif seperti belajar, berkarya, dan mengembangkan kreativitas digital, serta menjauhi aktivitas negatif di dunia maya.
Di akhir kegiatan, BRIPTU Andi Riski Putra mengimbau para siswa untuk menghormati perbedaan suku, agama, dan budaya, serta menghindari tindakan perundungan (bullying). Ia juga mengingatkan agar para pelajar tidak terlibat dalam grup atau komunitas yang berbasis kekerasan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Putra Bahari Kota Ternate, H. Umar Muchtar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan sosialisasi sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda terkait bahaya radikalisme di era digital.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Polri, khususnya Densus 88 AT Polri, yang telah peduli terhadap generasi muda dengan memberikan edukasi yang sangat bermanfaat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin bijak dalam bermedia sosial dan mampu menangkal pengaruh paham radikalisme sejak dini. (**)
