TERNATE– Pertamina Patra Niaga melalui unit operasi Aviation Fuel Terminal (AFT) Babullah menggelar Program Sekolah Siaga dan Tanggap Bencana sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesiapsiagaan sejak dini.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Tubo, dengan menyasar siswa MI Swasta Fathul Munir.
AFT Manager AFT Babullah, Winaryanto, mengatakan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat sejak dini merupakan langkah krusial dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana, khususnya di Kota Ternate yang berada di wilayah rawan gempa bumi, erupsi gunung api, banjir, dan tanah longsor.
“Kesiapsiagaan dan kesadaran sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi kondisi bencana. Ini menjadi komitmen nyata kami dalam menjalankan program tanggung jawab sosial bagi masyarakat sekitar secara berkelanjutan,” ujar Winaryanto.
Ia menjelaskan, program ini bertujuan memberikan edukasi mitigasi bencana kepada anak-anak sekolah agar memiliki pemahaman dasar mengenai jenis-jenis bencana serta langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Menurutnya, kolaborasi dengan BPBD dan FPRB sangat penting untuk memastikan materi edukasi sesuai dengan kondisi risiko bencana lokal.
“Kami ingin memastikan siswa tidak hanya paham secara teori, tetapi juga tanggap dalam praktik,” katanya.
Sebanyak 66 siswa mengikuti sesi edukasi interaktif yang disampaikan melalui metode menyenangkan, seperti simulasi evakuasi mandiri, praktik dasar penyelamatan diri, hingga permainan bertema kebencanaan. Metode ini diharapkan mampu membuat pesan mitigasi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain edukasi, Pertamina Patra Niaga sebelumnya juga telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur keselamatan di lingkungan sekolah, antara lain pembuatan jalur evakuasi, pemasangan rambu-rambu keselamatan, serta penentuan titik kumpul untuk memudahkan koordinasi saat kondisi darurat.
“Fokus kami adalah menciptakan sistem keamanan sekolah yang mandiri melalui bantuan fisik dan penguatan kapasitas masyarakat. Harapannya, program ini dapat berkontribusi dalam membangun ketangguhan masyarakat yang dimulai dari lingkungan sekolah,” tutup Winaryanto.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Ternate, Anhar Alaudin, menilai kegiatan tersebut mampu menanamkan refleks keselamatan kepada anak-anak sehingga mereka dapat melindungi diri sendiri sekaligus menularkan kesadaran kepada keluarga di rumah.
“Walaupun hanya 66 siswa yang mengikuti kegiatan ini, mereka bisa menyampaikan pengetahuan yang didapat kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Kesadaran sejak kecil diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mitigasi risiko jangka panjang,” jelas Anhar.
Ketua FPRB Kelurahan Tubo, Jumilita Abdullah, juga menyambut baik pelaksanaan Program Sekolah Siaga dan Tanggap Bencana tersebut. Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang perlu terus dibekali pengetahuan kesiapsiagaan bencana.
“Dalam kondisi bencana, situasi sering kali tidak kondusif. Anak-anak bisa saja terpisah dari orang tua atau terputus komunikasi. Karena itu, edukasi dini sangat penting dan harus disampaikan secara menyenangkan agar mudah diingat sebagai bekal mereka,” pungkas Jumilita. (**)
