Tobelo, – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara resmi melepas personel gabungan sekaligus mengirimkan bantuan logistik bagi korban bencana alam di Kecamatan Loloda Utara. Kegiatan pelepasan berlangsung di Pelabuhan Tobelo, Sabtu (10/1/2026).
Personel yang diberangkatkan terdiri dari unsur TNI/Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim SAR, serta tim kesehatan. Pengiriman ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana yang masih berlangsung.
Selain personel, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Bantuan yang dikirimkan berupa air mineral, makanan siap saji, tempat tidur, serta kebutuhan penting lainnya selama masa tanggap darurat di wilayah Loloda Utara.
Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. David Sutrisno Sirait, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, Ketua DPRD Halut Cristina Lesnussa, Sekretaris Daerah Halut Erasmus J. Papilaya, serta perwakilan OPD dan jajaran TNI/Polri.
Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua dalam arahannya menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat wilayah yang terisolir akibat bencana, khususnya di Kecamatan Loloda Utara. Salah satu desa dengan dampak terparah adalah Desa Doitia.
“Berdasarkan hasil penelusuran tim BPBD di lapangan, di Desa Doitia terdapat sekitar 213 Kepala Keluarga atau 875 jiwa yang seluruhnya sudah tidak dapat menempati rumah mereka karena tertimbun lumpur dan pasir. Kondisi ini tidak mungkin ditangani secara mandiri oleh masyarakat,” ungkap Bupati.
Menurutnya, pengerahan personel gabungan dan bantuan logistik merupakan langkah kemanusiaan yang harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan bertanggung jawab. Fokus utama penugasan adalah perbaikan lingkungan permukiman warga agar masyarakat dapat segera kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Penanganan bencana di Loloda Utara ditargetkan berlangsung selama satu minggu sejak hari pelepasan. Apabila pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari waktu yang ditentukan, personel akan ditarik kembali ke satuan masing-masing.
Selain itu, pemerintah daerah juga menurunkan tim kesehatan yang terdiri dari tiga orang dokter untuk menetap di lokasi bencana, guna memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak berjalan optimal.
Bupati Halmahera Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Badan SAR Ternate, serta seluruh pihak yang telah mendukung pengiriman personel dan logistik ke wilayah terdampak.
“Atas nama pemerintah daerah, saya bersama Wakil Bupati mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh personel. Laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, tetap mengutamakan keselamatan, serta hadirkan kembali semangat dan harapan bagi masyarakat Loloda Utara,” pungkasnya.

