HALBAR- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Halmahera Barat sejak Rabu (7/1/2026) membawa duka bagi ratusan warga di Kecamatan Ibu dan Kecamatan Ibu Utara. Luapan sungai yang tak mampu lagi menahan derasnya air mengakibatkan banjir besar yang merendam permukiman warga di Desa Tongute Ternate, Gamlamo, Gamici, Duono, dan Goin.
Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga mencapai ketinggian sekitar empat meter. Kondisi tersebut menimbulkan kepanikan warga karena air dengan cepat merendam rumah-rumah penduduk dan merusak sejumlah bangunan.
Ratusan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, baik rusak berat maupun rusak ringan. Di Desa Tongute Ternate, puluhan rumah terdampak dan ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi. Kondisi serupa juga dialami warga Desa Gamlamo, Gamici, Duono, dan Goin, dengan total ribuan jiwa terdampak akibat bencana tersebut.
Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istianto Bram W, S.H., S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa jajaran Kepolisian bergerak cepat sejak menerima laporan banjir dari masyarakat. Satuan Samapta Polres Halmahera Barat segera berkoordinasi dengan BNPB Kabupaten Halmahera Barat, TNI, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
“Fokus utama kami adalah keselamatan warga. Personel di lapangan melakukan evakuasi, terutama terhadap anak-anak, lansia, dan warga yang sakit, ke lokasi yang lebih aman,” Ujarnya.
Petugas gabungan mengevakuasi warga ke kantor desa dan ke rumah warga di dataran yang lebih tinggi. Selain itu, mereka juga melakukan pembersihan puing-puing kayu dan material lain yang terbawa arus banjir, serta membantu membersihkan lumpur di rumah-rumah warga pascabanjir.
Dalam upaya kemanusiaan tersebut, petugas turut membantu warga yang membutuhkan perawatan medis dengan mengantarkannya ke puskesmas terdekat. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga menyalurkan bantuan logistik berupa beras, serta mendirikan posko penanganan bencana dan tenda darurat sebagai pusat koordinasi dan pelayanan bagi masyarakat terdampak.
Hingga saat ini, curah hujan di wilayah Kecamatan Ibu dan sekitarnya masih terpantau tinggi. Aparat gabungan tetap bersiaga di lokasi bencana untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, sekaligus memastikan kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat terdampak tetap terpenuhi. (**)

