
TERNATE — Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate siap menerapkan konsep penataan kawasan baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penjual kopi dengan memanfaatkan mobil klasik.
Ide ini diambil setelah Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, melakukan kunjungan studi ke Manado, Sulawesi Utara.
Konsep yang diusung bertujuan ganda: memperkuat sektor UMKM sekaligus menyusun tata ruang kota yang lebih teratur.
Rizal Marsaoly mengungkapkan, pendaftaran bagi pelaku UMKM penjual kopi yang berminat akan dibuka mulai pekan depan.
Mereka akan ditempatkan di kawasan Zona III Pantai Falajawa, dengan area berjualan yang mencakup ruas dari Jembatan Residen hingga ikon I Love Ternate di Taman Pantai Falajawa.
“Apa yang kita lihat di kawasan Megamas Manado cukup menarik, di mana pelaku UMKM penjual kopi memanfaatkan mobil sebagai sarana berjualan. Di Ternate, pedestrian akan dimanfaatkan dengan hamparan kursi, sementara setelah berjualan mobil akan dipindahkan,” jelasnya. Minggu, (4/1).
Menurut Rizal, langkah ini diharapkan mengatasi permasalahan aktivitas berjualan yang selama ini terkesan berhamburan di area pedestrian. Dengan pembagian zonasi yang jelas, kawasan kota diharapkan menjadi lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat serta pengunjung.
Selain Pantai Falajawa, Pemkot Ternate juga merencanakan penataan di sejumlah titik UMKM Kopi di Ternate Bakal Gunakan Mobil Klasik di Falajawa
TERNATE — Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate siap menerapkan konsep penataan kawasan baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penjual kopi dengan memanfaatkan mobil klasik.
Ide ini diambil setelah Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, melakukan kunjungan studi ke Manado, Sulawesi Utara.
Konsep yang diusung bertujuan ganda: memperkuat sektor UMKM sekaligus menyusun tata ruang kota yang lebih teratur.
Rizal Marsaoly mengungkapkan, pendaftaran bagi pelaku UMKM penjual kopi yang berminat akan dibuka mulai pekan depan.
Mereka akan ditempatkan di kawasan Zona III Pantai Falajawa, dengan area berjualan yang mencakup ruas dari Jembatan Residen hingga ikon I Love Ternate di Taman Pantai Falajawa.
“Apa yang kita lihat di kawasan Megamas Manado cukup menarik, di mana pelaku UMKM penjual kopi memanfaatkan mobil sebagai sarana berjualan. Di Ternate, pedestrian akan dimanfaatkan dengan hamparan kursi, sementara setelah berjualan mobil akan dipindahkan,” jelasnya. Minggu, (4/1).
Menurut Rizal, langkah ini diharapkan mengatasi permasalahan aktivitas berjualan yang selama ini terkesan berhamburan di area pedestrian. Dengan pembagian zonasi yang jelas, kawasan kota diharapkan menjadi lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat serta pengunjung.
Selain Pantai Falajawa, Pemkot Ternate juga merencanakan penataan di sejumlah titik strategis lainnya, antara lain Pandara Kananga Lapak Kuliner, kawasan Zole Majiko Dufa-Dufa, ruang terbuka Tulang Ikan, serta Dermaga Semut. Penataan di setiap lokasi akan disesuaikan dengan fungsi ruang masing-masing.
“Saat ini Zona I telah dimanfaatkan di Taman Nukila melalui kegiatan Car Free Day, sementara Zona II berada di Lapangan Gelora Kie Raha untuk Car Free Night,” ujar Rizal.
Sekda menambahkan, upaya penguatan fungsi ruang kota akan terus dilakukan secara konsisten. Hal ini mencakup optimalisasi pemanfaatan pedestrian, penataan pedagang kaki lima, serta pengembalian fungsi jalur pejalan kaki yang selama ini beralih fungsinya. (ulis). lainnya, antara lain Pandara Kananga Lapak Kuliner, kawasan Zole Majiko DufaDufa, ruang terbuka Tulang Ikan, serta Semut. Penataan di setiap lokasi akan disesuaikan dengan fungsi ruang masing-masing.
“Saat ini Zona I telah dimanfaatkan di Taman Nukila melalui kegiatan Car Free Day, sementara Zona II berada di Lapangan Gelora Kie Raha untuk Car Free Night,” ujar Rizal.
Sekda menambahkan, upaya penguatan fungsi ruang kota akan terus dilakukan secara konsisten. Hal ini mencakup optimalisasi pemanfaatan pedestrian, penataan pedagang kaki lima, serta pengembalian fungsi jalur pejalan kaki yang selama ini beralih fungsinya. (ulis).
