Tampak petugas Satlantas Polres Ternate saat memberi edukasi kepada pengendara mengenai pentingnya disiplin berlalu – lintas, dalam Operasi Keselamatan Kie Raha 2025 , Kamis (13/2/2025).
TERNATE – Dalam rangka melaksanakan Operasi Keselamatan Kie Raha 2025, Satlantas Polres Ternate, Maluku Utara, mengajak warga terutama pengendara roda dua maupun roda empat agar disiplin berlalu-lintas.
Ajakan ini berupa dilaksanakannya sosialisasi mengenai keselamatan berlalu lintas ke para pelajar. Hingga turun langsung menyapa pengendara dengan membagikan brosur tertib berlalu lintas, memberi edukasi langsung mengenai pentingnya menggunakan helm sesuai standar, mematuhi rambu lalu lintas dan menghindari penggunaan ponsel saat berkendara.
Kasat Lantas Polres Ternate, AKP Rezza Muhammad Fajrin mengatakan, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara.
“Dengan adanya operasi keselamatan Kie Raha ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu-lintas, memahami peraturan serta mengutamakan keselamatan di jalan raya,” ungkap Rezza, Kamis (13/2/2025).
Ia berharap, operasi keselamatan tahun ini dapat mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Ternate.
Untuk diketahui, Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol. Midi Siswoko saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Kie Raha 2025 pada Senin (11/2/2025) di Mapolda Malut menyampaikan, operasi ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, mulai 10 hingga 23 Februari 2025.
Kata Midi, operasi ini memiliki beberapa prioritas penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, antara lain :
1.Penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor.
2. Penggunaan sabuk pengaman bagi pengendara mobil.
3. Melawan arus lalu lintas.
4. Pengendara di bawah umur.
5. Penggunaan telepon genggam saat berkendara.
6. Pelanggaran batas kecepatan, serta
7. pengendara yang berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.
Operasi ini tidak hanya berfokus pada tindakan represif, tetapi juga menekankan upaya preventif dan preemtif sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.
Dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, serta menurunkan angka kecelakaan di jalan raya. **