HALTIM – Dua tokoh masyarakat Halmahera Timur, Isac Djailani dan Rasid Musa, menyampaikan harapan besar kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur nomor urut 1, M. Farrel Adhitama dan Hi. Thaib Djalaluddin, yang dikenal dengan sebutan pasangan Farrel-Jadi.
Kedua tokoh ini berharap Farrel-Jadi dapat mengembalikan budaya santun yang mulai hilang di masyarakat Haltim dalam beberapa tahun terakhir.
Isac Djailani menuturkan bahwa Haltim sejak awal tidak mengenal budaya saling mengejek, mencela, atau menghina dengan kata-kata kasar. Haltim dibangun dari perjuangan bersama masyarakat yang bertujuan melestarikan semangat Limabot Faifiye dalam kehidupan sehari-hari, di samping mewujudkan kesejahteraan warga.
“Kami merasa prihatin melihat adanya kata-kata kasar yang menjurus ke penghinaan, dan itu semakin sering dijumpai.
Ini menunjukkan adanya masalah dalam tata kelola sosial kita. Jika Farrel dipercaya menjadi Bupati, kami berkomitmen untuk mendukung penerapan budaya Haltim yang saling menghargai satu sama lain,” ujar Isac Djailani.
Rasid Musa menambahkan, sejak awal perjuangan untuk memekarkan Halmahera Timur, tujuan utamanya adalah menjaga kebersamaan di Haltim, khususnya di Maba yang menjadi ibukota.
“Tidak boleh ada pihak yang merasa paling berjasa dalam pemekaran Halmahera Timur. Kita semua tahu sejarahnya, banyak orang yang terlibat dalam perjuangan ini. Bahkan mereka yang memberi bantuan sekecil apa pun tetap bagian dari sejarah tersebut,” ungkap Rasid Musa.
Dengan semangat Limabot Faifiye, Rasid mengajak masyarakat Haltim untuk menjaga persaudaraan, kenyamanan, dan kekeluargaan yang menjadi dasar pendirian Halmahera Timur.
“Mari kita saling membangun, bukan saling merusak. Halmahera Timur ini didirikan untuk Indonesia, sehingga di sini terdapat berbagai suku dan agama. Perbedaan ini harus dijaga dan dihormati,” pungkasnya. (**)

