TERNATE,MPe — Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Utara meluncurkan sekolah lansia di Kota Ternate untuk memberdayakan warga lanjut usia untuk tetap berproduktif.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Renta Rego dihubungi, Selasa (20/6) mengatakan bahwa tahun ini Maluku Utara mendapatkan tugas membentuk sekolah lansia perdana dan dipusatkan Kelurahan Togafo sebagai tempat berdirinya sekolah lansia ini bukanlah tanpa alasan.
“Salah satu pertimbangannya adalah Kami ingin memaksimalkan potensi kelompok lansia yang masih produktif, yaitu para lansia wanita yang memeiliki usaha pemecah batu yang juga dibina oleh Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) wilayah Maluku Utara di Kelurahan Togafo,” kata Renta.
Sekolah lansia Maluku Utara “Ringungano” di Kota Ternate digelar pada Senin, 19 Juni 2023 di Kelurahan Togafo, Kecamatan Ternate Barat diresmikan oleh Ketua TP PKK Kota Ternate Ny. Marliza M. Tauhid. Nama sekolah lansia Ringongano” diambil dari bahasa Ternate yang mempunyai makna Lansia yang menjadi harapan.
Oleh karena itu, setelah melalui beberapa tahapan persiapan, hari ini Kita bersama-sama me-launching Sekolah Lansia BKL Ringungano.
“Besar harapan Kami, sekolah lansia ini dapat berjalan dengan baik dan siswa dapat merasakan manfaat dari mengikuti sekolah lansia, karena nantinya para siswa akan mendapatkan materi dari para pengajar yang profesional di bidangnya masing-masing,” kata Renta.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota ternate, Marliza M. Tauhid saat meluncurkan sekolah lansia menyampaikan, pembentukan sekolah lansia ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah untuk masyarakat khususnya lansia.
“Untuk itu Saya berharap juga kepada Ketua TP PKK Kecamatan dan Ketua TP PKK Kelurahan Togafo agar mengambil bagian melihat proses secara langsung pelaksanaan sekolah lansia ini,” katanya.
Marliza menerangkan bahwa adanya pembangunan sekolah lansia di Kelurahan Togafo diharapkan akan terus melahirkan sekolah-sekolah lansia lain di kecamatan lain yang tentunya mampu membentuk lansia tangguh dan SMART.
“Dengan adanya kesempatan ini, diharapkan bagi para siswa siswi untuk memanfaatkan kegiatan sekolah lansia dengan sebaik mungkin dengan kegiatan yang beragam juga diharapkan dapat terus memacu lansia untuk semakin berinovasi dan semangat dalam menjalani hari tua,” ujar Marliza.
Peluncuran sekolah lansia ini ditandai dengan pemukulan jidor oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ketua TP PKK Kota Ternate, Lurah Togafo, Kepala DPPKB Kota Ternate, Ketua Komunitas Ibu Cerdas Indonesia Wilayah Malut dan Ketua MUI Kota Ternate.
Hal itu didasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menunjukkan bahwa penduduk lansia sudah mencapai 30,16 juta jiwa pada 2021 atau 11,01 persen, dari populasi penduduk Indonesia. Artinya, Indonesia mendekati angka yang menuju era penduduk menua (ageing population), karena jumlah penduduk lansia sudah melebihi angka 10 persen.
Sementara di Maluku Utara, jumlah penduduk lansia sebesar 7,93 persen atau sebanyak 103.047 jiwa dari 1.299.200 jiwa penduduk. Peningkatan penduduk lansia di Indonesia disebabkan oleh gencarnya pembangunan kesehatan dan sosial ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, sehingga usia harapan hidup penduduk mengalami peningkatan.
Mengingat lansia di Indonesia lebih banyak yang memiliki tingkat pendidikan dan perekonomian yang rendah, pemerintah mengembangkan berbagai kebijakan sebagai salah satu upaya komprehensif agar lansia tidak menjadi beban, baik dalam keluarga maupun masyarakat dan dapat menggali pontensinya.
Melalui BKKBN pemerintah membentuk sekolah lansia yang dibangun melalui program Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan tujuan untuk mempersiapkan lansia sebagai pribadi yang Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat (SMART).
Pembentukan sekolah lansia di Kelurahan Togafo, Kecamatan Ternate Barat ini merupakan sekolah lansia yang pertama kali dibentuk di Provinsi Maluku Utara. Pemilihan Sekolah Lansia di Kelompok BKL Kelurahan Togafo dikarenakan Kelurahan Togafo termasuk dalam salah satu kelurahan di Kota Ternate yang memiliki jumlah lansia terbanyak serta agar bisa menjadi Sekolah Lansia dengan ciri khas budaya, yang diharapkan kelak dapat menjadi daya tarik dan dikembangkan menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Ternate maupun di Kabupaten/Kota lainnya.
Kelompok lansia yang tergabung di sekolah lansia Kelurahan Togafo ini sebanyak 30 orang terdiri dari 3 lansia laki-laki dan 27 lansia perempuan dengan mayoritas masih aktif berkebun dan menjadi pemecah batu. (**)
Discussion about this post