TERNATE,MPe – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) pada Kamis (17/11) gelar kegiatan diskusi bertema ‘Merajut Harmoni Kebangsaan dari Bumi Moloku Kie Raha, Bacarita OrangBasudara’ bersama sejumlah OKP- OKP di Malut.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Safirna, Stadion, Kota Ternate itu menghadirkan beberapa narasumber seperti Wakil Bupati Halmahera Selatan Hasan Basam Kasuba dan Anggota Majelis Pekerja Harian Sinode, Yohanes Colin dan beberapa narasumber lainnya.
Di sesi pertama diskusi bacarita orang basudara itu diikuti oleh anggota DPR RI Dapil Maluku Utara Irine Yusiana Roba Putri lewat video streaming. Berlangsung di lantai 2 Hotel Safirna, Kelurahan Stadion Kota Ternate.
Isu yang diangkat dalam diskusi yakni tentang bagaimana generasi muda Maluku Utara memupuk semangat persaudaraan dalam melalui konteks nilai-nilai lokal yang terpatri dalam simbol Babari atau Gotong Royong seperti halnya di Maluku Pela Gandong dan Aini Ain di Maluku Tenggara.
Bercerita tentang ide-ide positif restorasi kaum muda di dalam melakukan pembangunan tengah- tengah masyarakat yang mengutamakan semangat bermoderasi dalam kerukunan antar umat beragama, yang diharapkan nanti menjadi bahan masukan serta sumbangsih dan pemikiran terhadap pemimpin di daerah ini.
Anggota Majelis Pekerja Harian Sinode, Yohanes Colin mengatakan, di Maluku Utara banyak nilai-nilai lokal yang memberi kontribusi
yang sangat baik untuk membangun persaudaraan sejati kaum muda di Malut.
“Salah satu nilai budaya kita di Maluku Utara yang bisa menjadi berkat dalam membangun bangsa ini adalah budaya marimoi ngone futuru, yaitu bersatu kita teguh bersatu kita kuat,” kata Yohanes saat diwawancarai awak media usai kegiatan.
Menurut nya budaya kearifan lokal tersebut menjadi sebuah kekuatan untuk kaum muda dan bukan hanya menjadi simbol belaka akan tetapi melalui dengan dialog ini akan dijadikan sebagai DNA kaum muda Malut untuk bersama-sama memupuk persaudaraan antar umat beragama yang sudah ada sebelum pada nilai-nilai lokal.
Di kesempatan itu, Ia juga meminta kaum muda agar tidak terprovokasi terhadap kejadian yang terjadi Kepulauan Kei Maluku Tenggara, karena itu merupakan tindakan dari sekelompok orang-orang tertentu dan telah berdamai.
“Hidup ini sangat berharga dan dengan berharga itu kita lakukan dengan saling menghormati, menghargai dan hidup bersama dan itu harus, karena di Maluku Utara ini sangat damai,” pintahnya.
Hal serupa juga dikatakan oleh, Sekretaris Umum AMGPM, Richard Resley, melalui dialog ini untuk membangun kebersamaan jejaring antar pemuda OKP- OKP di Maluku dan Maluku Utara dengan terus menjalin hubungan komunikasi.
“Dalam membangun harmoni kebangsaan kita butuh jejaring bersama antara OKP -OKP yang lain dengan tujuan Maluku Utara menjadi episentrum harmoni kebangsaan karena adat Maluku Utara yang kita diskusikan tadi menjadi Domain kerukunan hidup sebagai anak bangsa,” katanya.
Dan kedepannya kata dia akan terus menjalin komunikasi dan jejaring antar umat beragama di Maluku dan Maluku Utara untuk terus memupuk kebersamaan dan keharmonisan.
“Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang di luar, karena situasinya sudah sangat kondusif karena dengan simbol falsafah aini ain yang ada di Maluku Tenggara, semua pihak disana sudah bersama-sama berdampingan dengan pemerintah untuk saling membangun karena itu bukan masalah agama melainkan soal sosial dan sudah diselesaikan dan telah damai,” pungkasnya.
Sekadar diketahui dalam kegiatan ini dihadiri perwakilan Gubernur Maluku Utara, Sultan Ternate, Bawaslu Malut, Kesbangpol Malut, Ketua Klasis GPM Ternate, Obi, Bacan, Taliabu, dan Kepulauan Sula. HMI Malut, PMII Malut, KNPI Malut, GMKI Ternate, Gerakan Pemuda Ansor Malut, PDM Muhammadiyah Ternate, FKPPI Malut, IMM Malut, Persekutuan Orang Muda Katolik, Persekutuan Oikumene Ternate, GKPMI Ternate, AMGPM Daerah Ternate, Bacan, Obi, Sula, dan Taliabu. (**)

